Tantangan Perbankan Syariah Ada di Image, Maksudnya?

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis
Rabu 09 September 2020 14:57 WIB
Perbankan Syariah (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Perbankan syariah Indonesia yang terdiri atas Bank Umum Syariah (BUS) Unit Usaha Syariah (UUS) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada tahun 2019, kondisi ketahanan perbankan syariah semakin solid.

"Hal ini tercermin dari meningkatnya rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Umum Syariah (BUS) sebesar 20 bps yoy menjadi 20.59%," ungkap Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Sementara itu, fungsi intermediasi perbankan syariah berjalan dengan baik. Pembiayaan yang disalurkan (PYD) dan dana pihak ketiga (DPK) masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 10.89% (yoy) dan 11.94% (yoy) sehingga pertumbuhan aset perbankan syariah selama periode tersebut sebesar 9.93% (yoy).

Total aset, PYD, dan DPK perbankan syariah masing-masing mencapai Rp538,32 triliun, Rp365,13 trilun, dan Rp425,29 triliun pada akhir tahun 2019. Likuiditas perbankan syariah juga memadai, yang ditunjukkan oleh rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) yang terjaga pada kisaran 80-90%. Rata rata harian rasio AL/NCD selalu berada di atas threshold 50% yaitu sebesar 116.64%.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya