Mahasiwa sebagai ujung tombak dalam pembangunan bangsa, saat ini diharapkan untuk menyadari pentingnya literasi keuangan. Apalagi di tengah pandemi saat ini. Melalui literasi keuangan, mahasiswa dapat mengelola keuangan dengan melakukan perencanaan yang benar terhadap uangnya. Menggunakannya untuk kebutuhan sekarang dan sekaligus menyiapkan kebutuhan di masa depan.
Menyadari pentingnya literasi keuangan bagi milenial khususnya kalangan mahasiswa, FWD Life, salah satu perusahaan pionir asuransi jiwa berbasis digital di Indonesia, menyelenggarakan program CSR #FWDBebasBerbagi bekerjasama dengan Okezone. Pada webinar hari ini merupakan rangkaian terakhir dalam kegiatan webinar Digital Financial Literacy.
Sebelumnya kita sudah mengajak temen-temen UMKM & Enterprenuer agar bisa bebas dari rasa khawatir mengenai bisnis mereka dengan CEO Big Alpha Tirta Prayudha. Minggu kemarin kita juga mengajak temen-temen komunitas yoga & music dalam memberikan edukasi agar kantong tetap aman dan passion dapat jalan terus di tengah pandemi ini bersama Sophia Latjuba, public figure yang juga memiliki hoby travelling.
Melalui rangkaian kegiatan ini, kami ingin mengedukasi masyarakat, khususnya mahasiwa agar lebih cerdas dalam mengelola keuangan dan melihat asuransi dari sudut pandang yang berbeda. Mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yang diharap bisa menjadi ujung tombak dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang mumpuni di masa depan.
Dengan tema “Belajar dari rumah, uang jajan dipotong, gimana nih?”, rangkaian webinar terakhir ini diikuti oleh temen-temen mahasiswa dari Universitas Indonesia, Universitas Sahid dan Universitas Pembangunan Nasional Jakarta.
Direktur Kepatuhan & Chief Governance Officer FWD Life Maria Magdalena mengatakan, program Digital Financial Literacy merupakan salah satu inisiatif CSR FWD Life guna mendukung program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam meningkatkan literasi keuangan di tengah masyarakat Indonesia.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu pengembangan pendidikan dan berkontribusi dalam membangun komunitas anak muda agar memiliki tingkat literasi keuangan yang baik di Indonesia. Karena itulah, mahasiswa harus memahami pentingnya literasi keuangan agar mandiri dalam mengelola keuangan, sehingga mereka bisa memanfaatkan dan disiplin dalam mengatur keuangan.
"Terutama dalam situasi seperti ini, diperlukan pemahaman tentang pentingnya literasi keuangan sejak dini agar mereka lebih cerdas dalam mengantur keuangannya. Saat ini mahasiwa diharapkan harus lebih bijak dalam menggunakan uang agar tidak terjadi pemborosan. Melalui webinar ini kami ingin membekali mahasiswa agar mapan dalam mengelola keuangan serta tetap menjalani passion-nya agar mendapatkan penghasilan tambahan,” jelasnya.
Literasi keuangan juga diperlukan agar mahasiwa peduli akan pentinganya melakukan investasi dan proteksi diri untuk menjaga masa depannya. Terkait proteksi diri, FWD Life ingin mengubah cara pandang masyarakat tentang berasuransi. Bahwa asuransi tidak menakutkan. Terutama dalam situasi seperti ini.
Maria menambahkan, ketika kamu memutuskan membeli polis asuransi, artinya kamu sadar akan pentingnya asuransi untuk mengurangi kemungkinan mengeluarkan banyak uang di kemudian hari jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, misalnya sakit atau kecelakaan. FWD Life menyediakan asuransi digital yang tidak rumit, simpel, dan serba digital.
Sejalan dengan visinya mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi. Seluruh agen asuransi kita saat ini juga sudah digital savvy. FWD Life juga memiliki berbagai produk asuransi jiwa dengan premi yang terjangkau.
“Proses pembelian asuransi jiwa dapat dilakukan semudah berbelanja online melalui perangkat mobile. Hanya dengan mengakses www.fwd.co.id dan melakukan 3 langkah mudah, yakni pilih produk, isi data diri, dan pertanyaan kesehatan dan terakhir pembayaran, Kamu sudah bisa mendapatkan proteksi kesehatan,” ungkapnya.
Dalam webinar kali ini, bersama dengan Jonathan End, Influencer & Financial Advisor, yang akan memberikan solusi agar temen-temen mahasiswa tidak perlu khawatir lagi walaupun belajar dari rumah, uang jajan dipotong, tapi kalian tetap dapat mendapatkan penghasilan di masa pandemi saat ini. Memang tidak bisa dipungkiri uang sangat dibutuhkan dalam setiap aspek kehidupan.
Apalagi di masa pandemi ini, sangat penting mengalokasikan sebagian dana untuk investasi dan proteksi di masa depan. oleh karena itu, literasi keuangan sangat penting agar dapat mengelola keuangan lebih tepat, dan membuat hidup lebih nyaman.
“Kita harus menyiapkan proteksi diri akan hidup kita nyaman. Inilah pentingnya investasi dan asuransi harus berjalan beriringan,” tukasnya.
Mahasiswa sejak dini harus mempersiapkan mental dan mindset-nya perihal pentingnya menabung dan bergaya hidup konsumtif. Kamu harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Hal penting yang harus dilakukan adalah mengevaluasi penghasilan yang didapat selama wabah virus corona masih tersebar. Catatlah besaran penghasilan yang didapat secara rapi.
“Dari daftar pengeluaran yang dibuat kita bisa melakukan efisiensi pengeluaran yang tidak perlu, misalkan nongkrong di kafe dan membeli barang-barang yang tidak penting,” jelasnya.
Bagi mahasiswa, selama pandemi masih melanda dan belajar secara daring, tidak ada salahnya mendapatkan penghasilan yang sesuai dengan passion.
“Misalkan salah satu teman saya yang membuat jasa membuat caption di media sosial. Kamu bisa lakukan hal-hal yang kamu sukai agar kamu bisa mendapatkan uang. Uang yang didapat dari hobi kamu, jangan lupa 30% disisihkan untuk menabung, proteksi melalui asuransi, hingga investasi,” jelasnya.
Ada beberapa tips dalam menjaga kesehatan finansial bagi Mahasiswa di Tengah Pandemi:
1. Cek dan ketahui kondisi keuangan
Coba sekarang cek apakah saat ini kondisi keuangan Kamu lebih besar pasak daripada tiang? Ketahui kondisi keuangan tiga bulan ke depan. Apakah sumber pendapatan Kamu masih aman dan stabil? Apakah Kamu punya dana darurat? Berapa jumlah tabungan dan cicilan?
Dengan mengetahui kondisi keuangan secara nyata, kamu akan terbantu untuk membuat alokasi keuangan. Mendisiplinkan diri kamu untuk mengontrol pengeluaran dan lebih kreatif dalam mengatur keuangan. Bisa juga kamu merelokasikan anggaran dana untuk berbelanja hal yang lebih bermanfaat.
2. Bijak dalam mengatur keuangan
Temukan cara sederhana untuk hidup lebih hemat, susunlah anggaran yang realistis dan patuhi anggaraan tersebut. Kedisiplinan sangat menentukan dalam mengerem penggunaan uang yang tidak perlu.
3. Membuat anggaran bulanan
Dalam situasi dan kondisi seperti saat ini memang tak banyak hal yang bisa kita kendalikan. Namun, ada cara untuk mempersiapkan dan melindungi diri dari risiko terkait keuangan. Mengatur budget berarti mengatur gaya hidup, maka mulailah dengan membuat daftar pengeluaran rutin. Tentukan apa yang paling penting, lalu putuskan hal yang perlu anda hilangkan, kurangi atau temukan solusi kreatif untuk pengeluaran opsional lainnya.
4. Alokasikan pengeluaran Kamu menjadi tiga kategori
Pertama, adalah kebutuhan utama seperti makanan dan pengeluaran rumah tangga (listrik, gas, air, paket internet). Kemudian, alokasikan 5-10 persen untuk dana darurat.
5. Aktif mencatat jumlah pengeluaran Kamu
Diperlukan kedisiplinan dan kontrol dari diri sendiri untuk rajin mencatat pengeluaran. Dengan menulis catatan pengeluaran harian menggunakan aplikasi budgeting cerdas seperti You Need a Budget (YNAB) akan membantu Kamu memonitor berapa uang yang telah kamu habiskan.
CM
(Yaomi Suhayatmi)