Bagaimana Cara Kelola Rare Earth? 'Harta Karun' RI yang Tersembunyi

Suparjo Ramalan, Jurnalis
Selasa 29 September 2020 18:13 WIB
PT Timah Buat Pilot Project Kembangkan Rare Earth. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Logam tanah jarang (LTJ) alias rare earth element (REE) saat ini tengah dikembangkan oleh PT Timah Tbk (TINS). Di mana perseroan mencari teknologi untuk mengolah LTJ hingga menjadi komoditas bernilai ekonomi.

Direktur Utama PT Timah Tbk Mochtar Riza Pahlevi melaporkan bahwa pihaknya telah memiliki pabrik uji coba pilot project plant rare earth atau LTJ di daerah Bangka Barat. Pabrik ini sudah dioperasikan selama 5 tahun lalu untuk memisahkan monasit, mineral ikutan bijih timah, untuk menjadi mineral individu.

Baca Juga: Produksi Naik 2 Kali Lipat, Kenapa Timah Rugi Besar?

 "Kami masih usaha kembangkan program rare earth. PT Timah sudah memiliki pabrik uji coba pilot project plant rare earth di Bangka Barat. Sejak 5 tahun kami sudah bisa pisahkan monasit, mineral ikutan bijih timah, untuk jadi mineral individu," ujar Mochtar dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, Selasa (29/9/2020).

Dengan pabrik tersebut, PT Timah akan mencari dan melengkapi teknologi terbaru yang digunakan untuk mengolah rare earth. Dalam kasus ini, kata Mochtar, rare earth memiliki empat staging yakni, pemecahan, individual, rare earth metal, hingga alloy.

Baca Juga: Timah Rugi Besar Rp611,2 Miliar, Ada Apa?

Karena itu, melalui teknologi yang nantinya diperoleh, pihak PT Timah akan melihat pada tahapan rare earth yang mana yang akan diolah.

"Kami masih mencari teknologi pengolahan rare earth, staging-nya ada 4. Mulai dari pemecahan, individual, jadi rare earth metal, dan terakhir jadi alloy. Ini lagi lihat tahapan mana yang akan bisa kita masuk," kata Mochtar.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas ihwal rare earth untuk pembuatan senjata.

Untuk diketahui, logam rare earth ini memiliki fungsi penting dalam banyak hal. Negara adidaya seperti Amerika Serikat menggunakan logam ini sebagai komponen dalam pembuatan smartphone, satelit, hingga peralatan militer.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya