Menurut Arviyan, langkah efisiensi ini sudah terbukti ampuh untuk membuat perseroan bisa tetap meraup laba bersih Rp1,3 triliun di enam bulan pertama. Padahal, permintaan dan harga batu bara anjlok akibat adanya pandemi virus corona.
"Selama semester I-2020 ini, kita sekali lagi tidak berhenti bersyukur bahwa di tengah pandemi ini, PTBA masih diberikan kinerja yang positif," jelasnya.
Selain langkah efisiensi lanjut Arviyan, pihaknya juga mencari pasar-pasar ekspor batu bara yang baru. Sebut saja seperti Kamboja hingga Pakistan yang saat ini masih membutuhkan batu bara.
"Kalau market, marketing juga usaha untuk mencari pasar baru. Seperti Kamboja, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka yang masih mempunyai kebutuhan batu bara. Pasar ini masih ada dan harga relatif lebih baik," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)