JAKARTA - Warren Buffett menelfon Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Hank Paulson dengan ide stimulus pada krisi keuangan 2008 lalu. Dengan stimulus tersebut bisa menyelamatkan ekonomi Amerika Serikat dari krisis keuangan yang lebih parah.
CEO Berkshire Hathaway menghubungi Menteri Keuangan Hank Pulson pada tengah malam seperti pada sebuah film dokumenter yang rilis pada 2018 yang berjudul "Panic: The Untold Story of the 2008 Financial Crisis".
Baca juga: Debat Capres AS Memanas, Investor Menanti Stimulus Rp32.560 Triliun
"Hank, ini Warren," kata Buffett. Paulson pun menjawab dengan grogi dengan keadaan lelah "Ibuku punya seorang tukang bernama Warren, mengapa dia meneleponku?"
Buffett menelepon tentang Troubled Asset Relief Program (TARP), yang mengizinkan Departemen Keuangan untuk membelanjakan USD700 miliar atau sekitar Rp10.307 triliun (mengacu kurs Rp14.700 per USD) untuk membeli aset bermasalah dari bank. Anggota parlemen pun mengesahkannya dalam upaya untuk menopang sistem keuangan
Mengingat Wachovia dan Washington Mutual yang telah jatuh. Keduanya merupakan kegagalan bank terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Oleh karena itu, Bos Berkshire menyarankan pemerintah berinvestasi langsung di bank daripada hanya membeli aset merek.
Baca juga: Pengangguran di AS Dapat 'Gaji' Rp4,45 Juta per Minggu
"Dia memaparkan ide yang merupakan benih dari apa yang kami lakukan," kata Paulson dalam film dokumenter itu mengutip dari Business Insider, Senin (12/10/2020).
Kemudian pada hari seninnya, Paulson langsung mengumpulkan para bos Bank terbesar di negara tersebut. Dia membujuk mereka untuk menerima miliaran uang tunai dari pemerintah. Paulson bahkan akan menahan bantuan di masa mendatang jika para bos Bank terbesar di Amerika Serikat terseby menolaknya.
Departemen Keuangan akhirnya menyalurkan dana ke lebih dari 700 lembaga keuangan sebagai bagian dari Program Pembelian Modal. Sebagai gantinya, ia menerima saham preferen yang membayar dividen atau sekuritas hutang yang sehat.