Bob menuturkan, pihaknya tidak bisa memprediksikan berapa proyeksi permintaan listrik pada momen akhir tahun 2020. Namun melihat data penjualan listrik pada Januari-September 2020 menunjukkan kenaikan 0,61% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019.
Menurut dia, kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan kegiatan perekonomian di masyarakat dibanding pada saat awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Peningkatan penjualan listrik terlihat sejak Juli hingga September 2020.
"Ini jauh lebih bagus daripada prediksi kami di awal saat pandemi terjadi di bulan April. Pada awalnya kami melihat potensi pertumbuhan minus 6,15%, tetapi sejauh ini sudah mencapai 0,61% dan kami lihat pertumbuhan ini akan positif. Kami tetap optimis untuk pertumbuhan energi listrik," tandasnya.
(Feby Novalius)