Namun, justru kesederhanaan ini yang akhirnya mengantarkan perusahaan yang bergerak dalam subsektor pakan ternak itu bisa meraup pertumbuhan laba tiap tahunnya.
Salah satu investasi terbaik Lo Kheng Hong adalah ketika ia memiliki lebih dari 8% kepemilikan saham Multibreeder Adirama atau MBAI yang dibeli dengan harga Rp200an sekitar tahun 2002. Kemudian ia menjualnya pada tahun 2001 di kisaran angka Rp30.000an.
"Produk investasi mana yang bisa memberikan gain ribuan persen dalam beberapa tahun selain saham?," kata Lo.
Menurut dia, sejak bangun pagi sampai tidur, seseorang itu selalu berinteraksi dengan produk-produk perusahaan terbuka.
"Ketika kita bangun kemudian ke kamar mandi, di sana kita menemukan kloset bermerek TOTO, yang merupakan produk dari emiten," kata Lo.
Selain itu, saat menggunakan sikat gigi dan sabun ada produk Unilever (UNVR). Kemudian, ketika mencari sarapan ada mie rebus yang merupakan produk dari Indofood (INDF).
Dengan cara berpikir seperti itu membuat dirinya untuk fokus berinvestasi di saham. Keputusan sederhana yang pada akhirnya mengantarkannya menjadi triliuner.
(Fakhri Rezy)