Daftar Laporan Keuangan BCA vs Bank BUMN, Mana yang Paling Jagoan?

Aditya Pratama, Jurnalis
Rabu 28 Oktober 2020 17:13 WIB
Laporan Keuangan Perbankan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

4. PT Bank Central Asia Tbk

Bank dengan kode emiten BBCA ini mencatatkan laba bersih kuartal III-2020 sebesar Rp20,0 triliun atau turun 4,2% dibandingkan dengan Rp20,9 triliun pada tahun sebelumnya disebabkan meningkatnya biaya pencadangan.

Dari sisi pendanaan, BCA berhasil mencatat kinerja yang solid pada sembilan bulan pertama 2020. CASA tumbuh 16,1% yoy mencapai Rp596,6 triliun dan menghasilkan total dana pihak ketiga dengan pertumbuhan sebesar 14,3% yoy menjadi Rp780,7 triliun.

Sementara itu, deposito berjangka meningkat sebesar 8,8% yoy mencapai Rp184,1 triliun. Pertumbuhan dana pihak ketiga yang solid tersebut telah mendukung pertumbuhan total aset BCA menembus level seribu triliun atau tepatnya Rp1.003,6 Triliun, meningkat 12,3% yoy.

5. PT Bank BRIsyariah Tbk

Bank dengan kode emiten BRIS ini mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang impresif pada kuartal III-2020 sebesar 238 persen menjadi Rp190,5 miliar dibandingkan kuartal III-2019. Di sisi aset, BRIsyariah tercatat sebesar Rp56 triliun pada kuartal III-2020, meningkat 51,40% dibandingkan kuartal III-2019.

Tidak hanya mencatat pertumbuhan laba, pertumbuhan pembiayaan dan dana murah Perseroan juga mengalami peningkatan yang signifikan. Hingga kuartal III-2020 BRIsyariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp40 triliun, tumbuh mencapai 57,90% year-on-year (yoy). Pertumbuhan pembiayaan yang signifikan ditopang oleh segmen Ritel (SME, Mikro dan Konsumer) untuk memberikan imbal hasil yang lebih optimal.

Di sisi dana pihak ketiga (DPK), BRIsyariah mencatat pertumbuhan sebesar 72,7%. Dalam penghimpunan dana, BRIsyariah fokus dalam meningkatkan dana murah (CASA). Pada triwulan III 2020, BRIsyariah mampu meningkatkan CASA sebesar 135% yoy. Peningkatan CASA ini bertujuan agar BRIsyariah dapat mengendalikan biaya dana (Cost of Fund).

Penyaluran pembiayaan mikro BRIsyariah tercatat sebesar Rp10,9 triliun, tumbuh sebesar 185% year on year. Pembiayaan KUR yang masuk di segmen mikro mencatat pertumbuhan positif. Penyaluran KUR BRIsyariah di bulan September 2020 telah mencapai 95% dari target total di tahun 2020.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya