JAKARTA - Head of Investment Strategy Bank of Singapore Eli Lee mengatakan terlepas dari kinerja buruk yang tercatat di seluruh pasar global baru-baru ini, diyakini bahwa volatilitas belum akan mereda dalam jangka pendek.
"Dalam pandangan kami, pemilihan presiden AS akan menjadi sentimen risiko utama untuk pasar saham, dengan ketidakpastian yang semakin besar seiring dengan potensi penundaan debat capres," kata Eli Lee di Jakarta, Rabu (4/11/2020).
Namun, dirinya tetap konstruktif pada prospek pasar jangka panjang, dengan China khususnya sebagai titik terang, karena data aktivitas terbaru menunjukkan bahwa ekonomi China terus memimpin pemulihan global pada kuartal III 2020 setelah pemulihan pada kuartal II 2020.
Baca Juga: Untung Rugi Hasil Pilpres AS bagi Ekonomi Indonesia