Indonesia Resmi Resesi dan PHK Merajalela, Cek 5 Faktanya

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Sabtu 07 November 2020 07:33 WIB
Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Indonesia resmi masuk jurang resesi pada kuartal III-2020. Ekonomi Indonesia kuartal III-2020 minus 3,49% secara year on year (yoy).

Salah satu biang kerok Indonesia masih mengalami kontraksi ekonomi adalah konsumsi rumah tangga pada kuartal III-2020 masih minus 4,04%. Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat yang lesu di tengah Indonesia resesi.

Berikut adalah fakta mengenai resesi yang dirangkum Okezone, Sabtu (7/11/2020).

1. Ekonomi Minus

Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2020 minus 3,49% secara year on year (yoy). Dengan demikian, Indonesia resmi masuk jurang resesi.

"Ekonomi Indonesia kuartal III masih terkontraksi 3,49%," kata Kepala BPS Suhariyanto, Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Sebelumnya ekonomi kuartal II-2020 minus 5,32% dan pada kuartal I-2020 tumbuh positif 2,97%. Minusnya pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah diprediksi banyak pihak imbas dampak pandemi virus corona atau Covid-19.

2. Sektor Transportasi Paling Terdampak

Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan, ekonomi Indonesia sampai dengan triwulan III-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,03% (c-to-c).

"Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 15,61%," ujarnya, Kamis (5/11/2020).

Sementara dari sisi pengeluaran hampir semua komponen terkontraksi, Komponen Ekspor Barang dan Jasa menjadi komponen dengan kontraksi terdalam sebesar 7,52%.

3. Perusahaan Bangkrut saat Resesi

Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan situasi ini akan mengarah pada gelombang kebangkrutan massal perusahaan di dalam negeri.

"PHK di berbagai sektor masih akan terjadi dan menyumbang angka pengangguran serta kenaikan jumlah orang miskin baru," kata Bhima saat dihubungi di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

4. Orang Miskin Baru

Bhima Yudistira menilai efek resesi yang dialami Indonesia akan membuat ekonomi Indonesia tertekan. BPS melaporkan ekonomi Indonesia tertekan minus 3,49%.

"Turunnya pendapatan di kelompok masyarakat menengah dan bawah secara signifikan. Akan ada orang miskin baru," kata Bhima di Jakarta.

Kata dia, desa akan jadi tempat migrasi pengangguran dari kawasan industri ke daerah-daerah karena gelombang PHK massal. Angkatan kerja baru makin sulit bersaing karena lowongan kerja menurun, sementara perusahaan kalaupun lakukan rekruitment akan prioritaskan karyawan lama yang sudah berpengalaman.

5. Kuartal IV Membaik

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimis pertumbuhan ekonomi semakin baik hingga akhir tahun atau kuartal IV-2020. Di mana diproyeksikan pertumbuhan ekonomi minus 1,6% sampai 0,6%.

"Tren positif melewati minus 5,32% di kuartal II. Jadi positif ini akan sampai kuartal IV minus 1,6 % atau 0,6%," ujarnya, dalam keterangan pers para menteri terkait pertumbuhan ekonomi, Kamis (5/11/2020).

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya