Sebelumnya, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad mengatakan, meskipun angkanya berkurang, tetapi catatan ini masih cukup kecil. Hal ini jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang merupakan mitra dagang Indonesia.
Tauhid menyampaikan, China berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonominya dari kuartal II-2020 sebesar 3,2% dan kuartal III-2020 menjadi 4,9%. Amerika Serikat meskipun masih negatif tetapi mengalami perbaikan sekitar 67,8%, Singapura 47,4%, Korea Selatan 51,9%, Vietnam 550%, Hong Kong 62,2%, Uni Eropa 71,9%.
"Jadi, kalau kemarin BPS menyampaikan ada satu yang kurang bahwa perbaikan ekonomi kita jauh lebih lambat dibandingkan negara-negara mitra dagang kita, meskipun pada negara-negara yang sama-sama kondisinya masih negatif maupun negara-negara yang sudah duluan positif seperti China dan Vietnam," ujar Tauhid.
(Feby Novalius)