JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia telah memperlihatkan perbaikan dalam dua kuartal terakhir, meski masih negatif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III minus 3,49% dibanding kuartal II minus 5,32%.
Baca juga: Resesi, Chatib Basri Ramal Ekonomi Indonesia Baru Pulih 2022
Dengan perbaikan kondisi perekonomian ini, ia berharap pada kuartal IV pertumbuhan ekonomi kembali normal.
"Yang mana kalau kuartal keempat bisa dipertahankan ini maka kita berharap pertumbuhan ini bisa masuk jalur positif. Walaupun secara konservatif minus 1 persen atau positif 0,6% apa yang dilakukan pemerintah udah jalur benar atau on the track," ujar Airlangga dalam video virtual, Senin (9/11/2020)
Baca juga: Menko Airlangga: Resesi Indonesia Paling Baik se-Asean
Tahun depan, dia juga meyakini ekonomi semakin pulih ke arah pertumbuhan rata-rata tahunan selama ini, yakni 5%. Pertumbuhan 2021 itu dikatakannya juga sudah diproyeksi berbagai lembaga internasional.
"Tentu kita melihat 2021 pertumbuhan kita akan mencapai seperti apa yang disampaikan World Bank, ADB, IMF bahwa pertumbuhan ekonomi kita disekitar 5 persen," ungkap Airlangga.
Sementara itu, dari sisi penanganan Covid-19 , Airlangga mengklaim tingkat kesembuhan Covid-19 sudah 84%. Artinya, tingkat kematian sedikit di atas global, tak terlepas dari kebijakan gas-rem seimbang.
"Kalau kita lihat di negara ASEAN, Indonesia yang terbaik baik dari segi kontraksi di mana kita jauh di atas Singapura, Malaysia seputar tiga kuartal terakhir dan juga terkait recovery penangan Covid-19," tandasnya.
(Fakhri Rezy)