JAKARTA - Penerbitan izin eksportir benih lobster yang dikeluarkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dinilai tak memberi dampak signifikan terhadap pendapatan nelayan. Sebab, yang merasakan keuntungan dari kebijakan itu hanya para pedagang atau eksportir.
"Tidak begitu berpengaruh terhadap tingkat penghasilan nelayan karena biasanya pihak yang bisa meraih keuntungan hanya para pedagang dan eksportir," kata Koordinator Front Nelayan Bersatu Bambang Wicaksana kepada Okezone, Rabu (25/11/2020).
Baca Juga: Polemik Ekspor Benih Lobster, 1,5 Jam KPK Geledah Ruang Kerja Edhy Prabowo
Penyebab biasanya hasil tangkapan dari para nelayan itu kerap dihargai murah oleh para pengusaha. Mereka itu memang tak ahli dalam bidang pemasaran, sehingga dimanfaatkan para pedagang untuk membelinya dengan harga rendah.
"Karena nelayan hanya menguasai penangkapan saja tapi tidak berdaya padaa pemasaran.Mata rantai kan tidak berhenti pada produksi saja tapi juga pemasaran," ujarnya.
Baca Juga: Heboh Penangkapan Edhy Prabowo, Yusuf Mansur Hitung-hitungan Untung Besar Bisnis Lobster
Selain itu, kebanyakan para nelayan itu pendidikannya rendah, sehingga mereka kurang ahli dalam hal pengembangan bisnis. Kemudian, koneksi mereka juga terbilang sedikit, sehingga tak bisa menjual selain kepada pedagang yang membelinya dengan harga murah.
"Bisa jadi karena SDM-nya yang sangat lemah, enggak ada waktu untuk urus hal lain, tidak punya jiwa bisnis dalam perdagangan dan kurangnya interaksi dengan pasar luar negeri," kata dia.