Saat ditanya pilihan mana yang lebih baik apabila lobster dibudidayakan dengan bantuan berbagai teknologi ketimbang dilepas di habitat aslinya di laut, susi dengan tegas menjawab.
“Saya pikir Tuhan membudidayakan di laut lebih baik daripada manusia. Saya tetap setuju Tuhan yang membudidayakan di laut dan manusia mengambil pada saat besar, itu saja. Lobster itu sebaiknya besar di laut, karena laut lebih baik untuk lobster,” kata Susi.
Ketegasan Susi melarang ekspor benur mengingatkan keberhasilan Kementerian KKP menyelamatkan 389.591 benih lobster dari upaya penyelundupan, bersama Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, pada 2018 silam.
“Jika berhasil diloloskan, kita bisa rugi Rp58,4 miliar. Saya sangat prihatin bila masyarakat harus menjual bibit seharga Rp3.000 per ekor ke pengepul, sementara kita bisa menghasilkan nilai lebih ketika menunggu lobster menjadi lebih besar,” ujar Susi saat itu.
(Dani Jumadil Akhir)