JAKARTA – Keinginan dan kebutuhan merupakan dua hal yang berbeda namun, kerap kali sulit dibedakan. Dalam membuat anggaran bulanan, penting untuk memahami perbedaan kedua hal tersebut untuk mencapai tujuan finansial.
Saat akan membuat anggaran bulanan, salah satu yang penting untuk dilakukan adalah mengategorikan pengeluaran berdasarkan "kebutuhan" dan "keinginan". Ini merupakan langkah tersulit karena apa yang dimaksud dengan kebutuhan versus keinginan dapat berbeda pada setiap orang.
Dilansir dari The Balance Jakarta, Kamis (3/12/20), beberapa cara berikut ini dapat diterapkan dalam membuat anggaran bulanan dengan memisahkan pengeluaran menjadi kebutuhan dan keinginan.
Baca juga: Alokasi Dana Liburan Akhir Tahun yang Batal, Simak Caranya
Apa Itu Keinginan Versus Kebutuhan?
Kebutuhan biasanya adalah biaya hidup dasar, seperti hal-hal yang diperlukan untuk Kesehatan atau pengeluaran yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan. Misalnya, biaya sewa, tagihan utilitas, perawatan Kesehatan, pengobatan, makanan, atau pakaian.
Sementara keinginan adalah hal-hal yang dipilih untuk dibeli tetapi tidak benar-benar diperlukan. Misalnya, hiburan, pembelian rumah, travelling, pembelian elektronik, atau langganan keanggotaan bulanan TV.
Baca juga: 5 Hotel Murah di Malioboro untuk Libur Akhir Tahun Check
Apakah Menabung itu Kebutuhan atau Keinginan?
Jika memiliki anggaran yang ketat, mungkin mudah untuk berhenti menggunakan uang tabungan atau tujuan keuangan jangka panjang seperti, tabungan darurat atau dana pensiun. Pengeluaran seperti ini terasa seperti keinginan karena bukan merupakan kebutuhan yang mendesak.
Namun, menabung juga harus dipertimbangkan sebagai kebutuhan karena itu adalah investasi dalam kesejahteraan finansial dan pribadi jangka panjang. Memiliki asuransi jiwa, misalnya, mungkin bukan sesuatu yang dibutuhkan bulan ini, tetapi akan sangat berguna jika seseorang meninggal.
Aturan Anggaran 50/30/20
Sistem anggaran 50/30/20 berarti pengeluaran akan dipecah menjadi tiga bagian. 50% dari pendapatan setelah pajak dihabiskan untuk kebutuhan, 30% dibelanjakan untuk keinginan, dan 20% dihabiskan untuk tabungan dan pengurangan hutang.
Kunci memiliki anggaran yang benar adalah lebih menyadari tentang bagaimana harus membelanjakan uang. Tidak hanya membelanjakan sesuai kemampuan, tetapi juga memastikan bahwa pengeluaran sejalan dengan nilai dan prioritas.
Menyesuaikan Pengeluaran Pada Keinginan
Ketika perlu memotong pengeluaran untuk menghemat uang, menghilangkan keinginan sering kali menjadi cara termudah dan pertama yang dipilih. Akan tetapi, hanya karena suatu kebutuhan tidak berarti anggaran yang ditetapkan menjadi sangat sulit atau tidak mungkin untuk diubah.
Misalnya, jika harus membayar sewa setiap bulan, maka dapat menghemat dengan cara pindah ke apartemen yang lebih kecil ataupun mencari teman sekamar. Atau saat bekerja, alih-alih mengeluarkan biaya parkir dan bensin, coba menghemat dengan menaiki kendaraan umum ataupun bersepeda.
Kebutuhan sering kali menjadi bagian terbesar pada anggaran. Dengan mempertimbangkan kembali kebutuhan, dapat membuat perubahan besar dalam pengeluaran bulanan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)