JAKARTA - Forbes telah merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Dalam daftar tersebut, ada sejumlah miliarder yang tercatat memiliki usaha cukup sepuh, hampir mencapai 100 tahun.
Seperti dilansir dari Forbes, Jumat (11/12/2017), berikut ini daftar miliarder paling tua di Indonesia:
1. Harjo Sutanto
Usia Harjo kini telah menginjak 94 tahun. Kekayaan bersih dia tercatat USD 530 juta. Dengan harta sebanyak itu dia menempati peringkat 48.
Bersama Johannes Ferdinand Katuari, Harjo Sutanto mulai berjualan sabun door-to-door lebih dari 60 tahun yang lalu di Jawa Timur.
Baca Juga: Bos Tolak Angin Dapat Cuan Besar, Kini Hartanya Meroket Jadi Rp21,8 Triliun
Saat ini Wings adalah salah satu produsen sabun dan perlengkapan rumah tangga terbesar di Indonesia seperti pembersih toilet, deterjen, dan pembalut wanita.
Putra Katuari, Eddy, mengambil alih pembuat peralatan rumah tangga Wings pada tahun 2004, setelah kematian ayahnya.
Mie Sedaap-nya adalah pembuat mi terkenal yang dijual di banyak negara. Dia juga memiliki waralaba Indonesia untuk pengecer Jepang FamilyMart.
2. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono
Lim menjadi salah satu miliarder yang berusia 92 tahun. Dia memiliki kekayaan sebesar USD960 juta. Dia tercatat menempati orang terkaya dengan urutan 32.
Lim dan keluarganya memiliki saham mayoritas di produsen minyak sawit Bumitama Agri yang terdaftar di Singapura; Perkebunannya berlokasi di Indonesia.
Putranya Lim Gunawan Hariyanto adalah ketua dan CEO Bumitama Agri. Grup Harita milik keluarga juga memiliki mayoritas perusahaan tambang bauksit yang terdaftar, Cita Mineral Investindo.
Ayah Lim beremigrasi dari Tiongkok ke Kalimantan Timur dan dilaporkan membuka toko kelontong pada tahun 1915.
Putri Christina adalah komisaris utama perusahaan sekuritas Harita Kencana Sekuritas.
Baca Juga: Menghitung Kekayaan Srikandi Terkaya di Indonesia
3. Mochtar Riady
Mochtar Riady merupakan salah satu konglomerat tertua dengan umur 91 tahun. Dia menempati posisi 21 dengan jumlah kekayaan sebesar USD1,7 miliar.
Dia adalah pendiri grup Lippo yang terdiversifikasi, yang sekarang dijalankan oleh putra James dan Stephen.
Lahir di Jawa Timur, Riady membuka toko sepeda pada usia 22 tahun dan membangun karier perbankan yang sukses hingga krisis keuangan Asia 1997.
Saat ini kepentingan grup Lippo meliputi real estat, ritel, perawatan kesehatan, media, dan pendidikan.
Putra Riady, Stephen, menjalankan perusahaan properti Singapura OUE, yang pada Juli 2020 setuju untuk menjual Menara Bank A.S. yang ikonik di pusat kota Los Angeles.
Grandson John, MBA dari Wharton, adalah CEO Lippo Karawaci.