JAKARTA - PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) mencatatkan nilai kontrak baru senilai Rp993 miliar di pada periode Januari hingga November 2020. Angka tersebut setara dengan 82,7% dari total target perseroan yang sebesar Rp1,2 triliun.
Angka ini memang mengalami penurunan dibandingkan jumlah kontrak baru yang diraih pada tahun 2019. Di mana perseroan berhasil meraih Rp2,1 triliun kontrak baru.
Direktur Totalindo Eka Persada Andre Chandra Biantoro mengatakan, perolehan kontrak baru yang didapat oleh perseroan masih didominasi oleh residensial. Di mana porsi pembangunan untuk swasta masih lebih besar dibandingkan pemerintah.
"Kita mencatatkan kontrak baru sebesar Rp993 miliar. Didominasi oleh residensial," ujarnya dalam acara public expose di Hotel Harris Tebet, Jakarta, Rabu (16/12/2020).
Baca Juga: Totalindo Eka Persada Minat Garap Akses Sirkuit MotoGP Mandalika
Andre memaparkan, per november 2020, jumlah proyek yang dikerjakan untuk swasta memiliki porsi 72,03%. Sementara untuk proyek yang diberikan pemerintah hanya sebesar 10,74% saja.
Adapun beberapa proyek yang saat ini sedang berjalan seperti Nuansa Cilangkap Jakarta dengan nilai kontrak Rp938 miliar, kemudian ada Kingland Avenue Apartment dengan nilai kontrak Rp273,7 miliar.
Lalu ada juga proyek Sky House Alam Sutera dengan nilai kontrak sebesar Rp192,5 miliar. Dan kemudian ada juga proyek PPA Kejaksaan RI Jakarta (tahap 2) dengan nilai kontrak mencapai Rp35,5 miliar.
Lalu ada juga proyek Hotel Lido dengan nilai kontrak Rp50,6 miliar. Proyek ini dimiliki oleh PT MNC Land Lido.
Lalu ada proyek HNI Plaza dan Klapa village Tower dengan total nilai kontrak masing-masing Rp94 miliar dan Rp315 miliar. Dan terakhir ada proyek Sedayu City Apartment dengan nilai kontrak mencapai Rp440 miliar.
"Berdasarkan pemberi kerja kontrak baru tersebut 72% adalah swasta dan 10,74% dari pemerintah," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Totalindo Eka Persada Salomo Sihombing mengatakan, perseroan menyambut tahun 2021 dengan optimis dan berharap sektor konstruksi dan kondisi perekonomian Tanah Air dapat segera pulih. Memperoleh kontrak baru dan menunjukan jika perseroan masih mendapatkan kepercayaan dari para mitra di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian saat ini.
"Di tengah pandemi, banyak sektor bisnis terpukul termasuk konstruksi. Meski begitu saya optimis tahun depan menjadi lebih baik," jelasnya.
(Dani Jumadil Akhir)