JAKARTA – Tahun 2020 hanya menyisakan beberapa hari. Tidak ada salahnya jika mulai membuat resolusi keuangan 2021 agar target-target yang belum tercapai di tahun sebelumnya bisa didapatkan.
Dengan menyusun resolusi keuangan untuk tahun yang akan datang, yakni 2021, akan memudahkan seseorang memiliki arah yang jelas dalam menentukan keputusan keuangannya sehingga kesehatan keuangan mudah diperoleh.
“Menyusun resolusi keuangan 2021 sangat perlu dilakukan. Tapi, jangan lupa sesuaikan dengan kondisi yang dialami dengan melakukan evaluasi terlebih dahulu apa saja yang sudah dicapai di tahun 2020,” tutur Perencana Keuangan Eko Endarto kepada Okezone, Jakarta, Senin (28/12/2020).
Baca Juga: 5 Tips Membuat Anggaran Bulanan dan Mingguan agar Kantong Tak Jebol
Menurutnya, ada 3 cara yang dapat dilakukan untuk menyusun resolusi keuangan 2021. Cara tersebut dapat dilakukan dengan mudah sebagai berikut.
1. Melakukan Evaluasi di Tahun 2020
Sebelum menyusun resolusi keuangan 2021, evluasilah hal-hal yang terlebih dahulu tercantum pada resolusi di tahun 2020. Coba ketahui tujuan mana yang telah dicapai dan belum tercapai.
Cara mudah untuk mengevaluasi hal tersebut adalah sudahkah target keuangan di tahun 2020 lebih tinggi dari inflasi, misalnya sebesar 7%. Jumlah tersebut merupakan target umum yang bisa dijadikan acuan oleh semua orang. Jika belum, maka seseorang perlu mencari cara untuk mencapai kekurangan presentasi tersebut hingga 7% bahkan lebih.
Dengan mengevaluasi sudah tercapainya tujuan atau belum, seseorang akan mudah untuk menyusun dan mengembangkan kembali resolusi keuangannya di 2021
Baca Juga: 7 Tips Menyusun Resolusi Keuangan 2021
2. Tentukan Apa yang akan Dilakukan di 2021
Setelah mendapatkan hasil dari evaluasi di tahun 2020, maka penyusunan resolusi keuangan 2021 bisa segera dilakukan. Penyusunan itu dapat ditentukan, seperti investasi apa yang akan dipilih, pengelolaan utang, dan proteksi.
“Cara penyusunan resolusi keuangan 2021 bisa disesuaikan dari inflasi, misalnya sebesar 7%. Untuk mencapai target segitu, ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama dengan mengikuti produk keuangan dan bisnis,” jelas Eko.
Menurutnya langkah pertama yang bisa diambil dengan mengikuti produk keuangan dapat melampaui presentasi inflasi. Mengikuti obligasi bisa mencapai prestasi 7-9%, reksadana saham mencapai 15%, atau langsung terjun ke dunia saham yang akan mencapai persentase hingga 20% dalam meraih keuntungan dalam investasi.
Kedua, seseorang juga bisa langsung terjun ke dunia bisnis. Bisnisnya pun bisa dipilih sesuai keinginan asalkan mampu melampaui persentase inflasi yang sebesar 7% tersebut.