JAKARTA – Tony Fernandes memutuskan untuk menjual 32,7% sahamnya di Air Asia kepada mitra usahanya di India, Tata Sons. Kini, Tata yang sudah menguasai 51% saham di Air Asia India akan membeli saham tersebut senilai USD37,7 juta.
Data itu berdasarkan pengajuan ke Bursa Efek Kuala Lumpur. Kemudian, AirAsia Grup akan terus memiliki 16,3% saham di maskapai tersebut.
Baca juga: 6 Bulan Tak Digaji dan Ditelantarkan, Karyawan Gugat AirAsia
"Transaksi ini akan mengurangi cash burn Perusahaan dalam jangka pendek dan memungkinkan AirAsia berkonsentrasi pada pemulihan pasar utama ASEAN di Malaysia, Thailand, Indonesia dan Filipina dalam jangka panjang," kata arsip tersebut seperti dilansir dari Forbes, Jumat (1/1/2021).
Sejak diluncurkan pada tahun 2014, AirAsia India berjanji akan memperoleh keuntungan dalam waktu empat bulan, tetapi maskapai penerbangan tersebut tidak pernah menghasilkan keuntungan.
Baca juga: Cerita Bos AirAsia Optimistis Bisa Bangkit Tahun Depan
Industri penerbangan global telah terpukul keras oleh pandemi virus corona, dengan armada pesawat dilarang terbang karena pembatasan perjalanan menghapus lalu lintas penumpang. Operator Air Asia telah berjuang untuk merestrukturisasi di tengah meningkatnya hutang.
“Saya mungkin memenangkan hadiah untuk yang paling terpengaruh [oleh pandemi],” kata Fernandes di Webinar CEO Forbes Asia pada 2 Desember.