Di satu sisi, lanjut dia, ingkat literasi keuangan di Indonesia cukup rendah yang berarti pengetahuan sebagian besar masyarakat Indonesia tentang produk layanan keuangan sperti investasi ini masih rendah.
"Maka tak ayal terjadi kasus seperti kemarin dimana main saham pakai dana yang seharusnya tidak digunakan," beber dia.
"Secara umum, sebelum investasi di saham, ada baiknya menyiapkan dana-dana penting sebagai contoh dana pendidikan, dana kesehatan atau investasi ke “fisik” dahulu seperti rumah, emas, dan usaha. "Nah baru setelah itu bermain saham," tukas dia.
(Fakhri Rezy)