Rupiah Tertekan ke Level Rp14.065/USD

Fadel Prayoga, Jurnalis
Senin 18 Januari 2021 10:11 WIB
Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock
Share :

JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan. Rupiah melemah namun masih berada di level Rp14.000-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Senin (18/1/2021) pada pukul 10.04 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 45 poin atau 0,32% dan berada di level Rp14.065 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.025 hingga Rp14.070 per USD.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat di Rp14.048/USD

Sementara, dalam yahoofinance mencatat Rupiah berada di level Rp14.065 per USD. Di mana, dalam pergerakan harian Rp14.065-Rp14.065 per USD.

Pagi ini, indeks dolar AS menguat di perdagangan Asia pada Senin pagi, karena melemahnya data ekonomi AS dan meningkatnya kasus virus corona membuat investor berhati-hati.

Baca Juga: Disuntik Vaksin Covid-19, Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS

Terhadap sekeranjang mata uang, dolar berada di level tertinggi satu bulan di 90,887 yang dicapai pada awal perdagangan dan sentimen juga mendukung mata uang aman (safe-haven) yen terhadap mata uang utama lainnya.

Euro sedikit melemah menyentuh level terendah enam minggu di 1,2066 dolar dan dolar Australia yang sensitif terhadap risiko tergelincir 0,3% ke level terendah satu minggu di 0,7679 dolar.

Perdagangan berombak dan bergerak moderat menjelang serangkaian data ekonomi China, termasuk angka PDB yang akan dirilis pagi ini, dengan PDB kuartal keempat diperkirakan akan menunjukkan kenaikan lebih lanjut dalam pertumbuhan menjadi 6,1% tahun-ke-tahun.

Penawaran safe-haven telah menambah dukungan untuk dolar sejak Demokrat memenangkan kendali Kongres AS dua minggu lalu, yang memicu lonjakan imbal hasil obligasi AS ketika investor memperkirakan lebih sedikit belenggu pada pinjaman-dan-belanjakan pemerintah.

Indeks dolar melonjak sekitar 1,9% sejak itu dan euro, yang melonjak pada 2020, telah merosot lebih dari 2,0% ketika dolar melambung bertepatan dengan melonjaknya kasus virus dan krisis politik di Italia yang telah menimbulkan keraguan pada pemulihan kawasan itu.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya