“Jadi kita akan melihat bagaimana dari seni pertunjukannya, dan juga dari bagaimana film, Music, seni lukis, animasi, Art design, isport sampai kepada hal-hal yang berkaitan dengan spa, produk-produk kesehatan seperti minyak kayu putih dan sebagainya,” imbuhnya.
Nantinya, produk-produk kreatif ini kita akan kolaborasikan dengan program unggulan kita yaitu desa wisata, di mana kita akan memastikan di Lima destinasi Super prioritas dan destinasi pariwista prioritas lainnya, agar desa wisata ini menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
“Memang pariwisata dan ekonomi kreatif ini memiliki satu tantangan yang luar biasa, Covid-19 ini ternyata menghantam industri pariwisata dan ekonomi kreatif,” tukasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)