Ayu memperkirakan pendekatan kebijakan ekonomi dan perdagangan Biden akan berbeda dengan Trump, meski substansi kebijakannya tidak akan berubah, termasuk dengan Indonesia. Semisal Biden akan mengedepankan pendekatan multilateral (menguntungkan banyak negara), berbeda dengan Trump yang lebih mengedepankan unilateral (menguntungkan sepihak).
Senada Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Internasional Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Shinta W Kamdani mengatakan pergantian presiden di Amerika tidak menciptakan perubahan minat investasi yang signifikan di Indonesia. Hal tersebut terlihat dari investasi Amerika di Indonesia yang cenderung stagnan dan tetap terkonsentrasi pada sektor pertambangan dan jasa dalam 10 tahun terakhir.
"Jadi nilai penanaman modal asing (FDI) Amerika yang masuk Indonesia pada 2010 mencapai $10,55 miliar. Sedangkan tahun 2019 mencapai USD12,15 miliar," tutur Shinta W Kamdani, Selasa (19/1/2021).
Kendati, dari sisi perdagangan, Shinta berpandangan arah kebijakan perdagangan global presiden Amerika dan ekonomi domestik turut mempengaruhi kinerja ekonomi bilateral. Hal tersebut terindikasi dari kinerja perdagangan pada era Trump yang stagnan dibandingkan pada era Obama dan Bush yang tumbuh sehat.
Menurut Sinta, pelaku usaha di Indonesia juga menilai era Biden lebih menjanjikan dibandingkan era Trump dalam peningkatan hubungan ekonomi Amerika-Indonesia. Setidaknya, kata dia, dalam kepastian berusaha dan permintaan pasar Amerika dan global.
(Fakhri Rezy)