JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa selama pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020, nilai investasi asing hanya turun 10%. Hal ini masih lebih baik jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang mana turunnya mencapai 30% hingga 40%.
Baca Juga: Bos BKPM Sebut Ada 'Abu Nawas' yang Hambat Investasi RI
“Hampir semua negara foreign investment mereka itu turun 30%-40%. Indonesia turunnya tidak lebih dari 10%,” kata Bahlil dalam acara The Indonesia Economic Club di iNews TV, Kamis (21/1/2021).
Baca Juga: Banyak Hantu Berdasi Ganggu Iklim Investasi
Dia menyebut realisasi investasi secara kumulatif sepanjang periode Januari – September Tahun 2020 yang mencapai Rp611,6 triliun. Di mana targetnya pada tahun 2020 adalah sebesar Rp817 triliun.
“Target kita kuartal IV itu akan diumumkan pada 25 Januari,” katanya.
Secara kumulatif sepanjang periode Januari – September tahun 2020, kinerja realisasi investasi Indonesia tercatat mencapai Rp 611,6 triliun, terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA)sebesar Rp301,7 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp309,9 triliun.
“Baru tahun ini kita menyelesaikan investasi di Jawa dan luar Jawa berimbang. Dulu-dulu Jawa semua. Sekarang hampir 50%-50%. Itu terjadi karena pembangunaan infrastruktur. Gairah investasi dalam negeri udah muncul trustnya,” ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)