JAKARTA - Kasus positif virus corona (Covid-19) di Tanah Air, tembus 1 juta kasus, tepatnya 1.012.350. Hal ini setelah adanya penambahan 13.094 kasus pada Selasa (21/1/2021).
Lantas, apakah angka itu akan memengaruhi pemulihan ekonomi Indonesia dari resesi akibat dampak dari adanya wabah tersebut? Direktur Riset CORE Piter Abdullah menilai pertambahan jumlah kasus itu tak akan memengaruhi perbaikan ekonomi yang sedang dilakukan oleh pemerintah.
Baca Juga: Indeks Keyakinan Konsumen Membaik, Menko Airlangga: Ekonomi Indonesia Kian Pulih
"Lonjakan (kasus Covid-19) menjadi 1 juta tidak mempengaruhi proses pemulihan ekonomi," kata Piter kepada Okezone, Rabu (27/1/2021).
Dia menyebut, upaya pemerintah untuk mengembalikan ekonomi ke jalur yang positif masih sesuai dengan koridor yang benar.
"Saya meyakini proses pemulihan Masih on the track," ujarnya.
Baca Juga: BI Yakin Pertumbuhan Ekonomi Domestik Pulih Bertahap
Meski begitu, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus lebih serius dalam menahan penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Karena dengan menurunkan angka kasus baru, maka itu akan mempercepat pemulihan ekonomi.
"1 juta ini harus jadi warning bahwa kita harus lebih serius menahan penularan virus. Tugas ini bukan hanya tugas pemerintah tapi tugas kita semua. Melonjaknya kasus Covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di banyak negara lain," katanya.