Menurutnya vaksinasi baru akan menunjukkan hasilnya di kuartal kedua tahun ini dan saat itulah pertumbuhan ekonomi pun akan mengalami percepatan. "Tahun lalu saya proyeksikan indeks ke 6.000 sejak bulan Juni dan ternyata tercapai ke 6000. Karena itu tahun ini saya perkirakan hit 7000 di akhir tahun," katanya.
Baca juga: IHSG Terkoreksi, Saham Sektor Konstruksi Malah Menghijau
Sementara itu pengamat ekonomi dari INDEF Nailul Huda menilai kondisi indeks sekarang kebalikan dari pekan lalu yang mengalami kenaikan drastis. Karena itu menurutnya ini menunjukkan kondisi investasi yang memang maksimal di level 6.450.
"Investor sudah tidak dapat melakukan pembelian lagi pada level di atas itu. Ada juga sentimen dari semakin buruknya pengelolaan pandemi di Indonesia. Sehingga investor memilih wait and see," ujar Nailul hari ini.
(Fakhri Rezy)