JAKARTA - Wall Street beragam pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq turun tipis karena saham teknologi besar tergelincir. Pergerkan Wall Street di tengah berlangsungnya rotasi kepemilikan portofolio yang memberikan dorongan pada saham energi dan menjaga pasar secara keseluruhan mendekati rekor tertinggi.
Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 61,97 poin atau 0,20% menjadi berakhir di 31.437,80 poin. Indeks S&P 500 turun tipis 1,35 poin atau 0,03%, menjadi menetap di 3.909,88 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 35,16 poin atau 0,25% menjadi ditutup di 13.972,53 poin.
Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan consumer discretionary turun 0,94% memimpin penurunan sektoral dan teknologi informasi turun 0,2% Sedangkan sektor energi melonjak 1,84%, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.
Baca Juga: Wall Street Bervariasi Menanti Keputusan Paket Stimulus Covid-19
Saham mengabaikan pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang meyakinkan investor bahwa suku bunga akan tetap rendah untuk beberapa waktu guna memacu pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan, tetapi tidak memberikan wawasan baru tentang kebijakan moneter.
Perubahan dalam kepemimpinan pasar sedang berlangsung dengan fokus pada pelonggaran teknologi besar dan sektor-sektor seperti energi dan keuangan mendapatkan daya tarik, kata David Bahnsen, kepala investasi di The Bahnsen Group di Newport Beach, California.
“Apakah seluruh pasar masih bergantung pada teknologi besar seperti yang terlihat jelas pada musim panas lalu? Saya pikir jawabannya semakin menjadi 'Tidak,' Anda melihat perluasan kepemimpinan pasar," kata Bahnsen. “Anda memiliki lebih dari 75 persen perdagangan S&P 500 di atas rata-rata pergerakan 200 hari. Itu luar biasa luasnya."