NEW YORK - Wall Street berakhir datar dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq diperdagangkan sideways. Investor membeli saham energi, keuangan dan material, namun kemudian menjual saham teknologi sambil menanti kemajuan bantuan fiskal dari Washington.
Sektor energi S&P, keuangan dan material semuanya naik karena ekspektasi akan mendapatkan keuntungan dari ekonomi yang dibuka kembali. Sementara saham Apple Inc, Tesla Inc dan Microsoft Corp masing-masing turun.
Adapun indeks Dow Jones Industrial Average turun 62,79 poin atau 0,2% menjadi 31.367,91, S&P 500 kehilangan 0,79 poin atau 0,02% menjadi 3.915,59 dan Nasdaq Composite bertambah 0,82 poin, atau 0,01% menjadi 14.026,59.
Baca Juga: Wall Street Mixed, Indeks Dow Jones Lari Kencang
Ketua Pengelola Hedge Fund Great Hill Capital LLC Thomas Hayes mengatakan, ekonomi AS berada pada titik puncaknya., sehingga nilai dan siklus mengungguli tingkat bunga yang meningkat
"Kami meremehkan efek lag dari semua uang dalam sistem karena semakin banyak vaksinasi yang diberikan dan semakin banyak negara dibuka kembali. Rotasi ini akan konsisten dengan siklus bisnis baru dan karena imbal hasil (obligasi) naik, nilai dan siklus akan mengarah,” kata Hayes, dikutip dari Reuters, Sabtu (13/2/2021)
Kasus Covid-19 dan rawat inap dalam beberapa pekan terakhir telah turun sangat signifikan, sehingga membantu mendorong pasar ke level tertinggi baru. Meski dalam jangka pendek dapat terjadi penurunan lagi karena varian virus corona baru dan potensi hambatan dalam distribusi vaksin.
Baca Juga: Wall Street Bervariasi, Joe Biden Mulai 'Senggol' China
Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan bahwa ekonomi AS diperkirakan mencapai level tertinggi karena stimulus fiskal sebesar USD1,9 triliun dapat membantu meningkatkan aktivitas ekonomi. Tetapi kemungkinan akan membutuhkan lebih dari satu tahun agar lapangan kerja pulih sepenuhnya.
Presiden AS Joe Biden meminta bantuan kepada kelompok bipartisan pejabat lokal untuk mendukung rencana bantuan virus corona senilai USD1,9 triliun guna membantu jutaan pekerja yang menganggur dan membuka kembali sekolah.
Di sisi lain, data terbaru menunjukkan sentimen konsumen AS secara tak terduga turun pada Februari. Pasalnya, rumah tangga masih mengkhawatirkan ekonomi meskipun ada ekspektasi untuk stimulus fiskal tambahan.