JAKARTA – Perusahaan penerbangan melakukan pemangkasan karyawan selama covid-19. Sejumlah pramugari banting setir menjadi penjual tahu, sate hingga kue brownies untuk bertahan dari dampak pandemi Covid-19 yang dimulai setahun lalu.
Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia mengatakan pemulihan industri transportasi ini tak bisa diprediksi, tergantung dari penanganan pemerintah terhadap penyebaran Covid-19.
Sementara pengamat penerbangan masih melihat peluang percepatan pemulihan industri penerbangan dengan promosi wisata yang mengetatkan protokol kesehatan.
Pada Jumat 27 Maret 2020, lebih dari 20 pramugari dan pramugara dikumpulkan di sebuah ruang rapat di salah satu ruang Garuda Operation Center (GOC), Banten. Semua berpakaian formal bebas, sebagian menggunakan stelan berwarna hitam.
Suasana ruangan mendadak hening ketika manajer tiba. Sang manajer mengumumkan, para pelayan penumpang pesawat di ruangan tersebut diputus kontrak. Alasannya jumlah penerbangan menurun karena pandemi global.
Baca Selengkapnya: Dulu Digaji Rp15 Juta, Kini Pramugari Beralih Profesi Jual Tahu hingga Sate
(Dani Jumadil Akhir)