Pendapatan Jasa Marga Turun, Terdalam Sejak Krisis 1998

, Jurnalis
Jum'at 05 Maret 2021 11:56 WIB
Trafik Jalan Tol Akibat Pandemi Menurun. (Foto: Okezone.com)
Share :

Selama pandemi Covid-19, perseroan melakukan beberapa adaptasi dalam pekerjaan termasuk melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan secara rutin. JSMR juga memberlakukan kerja dari rumah atau work from home (WFH). Donny menyebut, walaupun pendapatan turun, dia mengharapkan bottom line atau laba bersih dapat tetap tumbuh. Pasalnya, perseroan telah melakukan sejumlah efisiensi dan pemangkasan biaya.

"Kami telah melakukan efisiensi sepanjang 2020 dan kami masih mengharapkan hasil positif pada bottom line, itu yang terbaik yang bisa dilakukan, karena dampak negatif Covid-19 cukup besar," katanya.

Dia optimistis karena dalam bisnis tol, EBITDA marjin cukup tinggi berkisar 60 hingga 65%. Hal ini yang membuat bisnis tol cukup berketahanan menghadapi Covid-19.

Pada 2019, pendapatan Jasa Marga mencapai Rp10,98 triliun, jika diperkirakan turun hingga Rp2 triliun, pendapatan JSMR sebelum diaudit dapat berkisar Rp9 triliun. Adapun sepanjang tahun, sejak krisis ekonomi 1998, pendapatan JSMR terutama dari jalan tol yang sudah matang selalu tumbuh bagaimanapun kondisi ekonominya.

Pendapatan bisnis tol JSMR pada 13 ruas tol yang sudah matang pada krisis 1998 mengalami penurunan menjadi Rp0,67 triliun dari periode 1997 sebesar Rp0,73 triliun. Namun, pada tahun selanjutnya 1999, kinerja pendapatannya langsung meningkat menjadi Rp0,74 triliun sedikit lebih tinggi dari periode sebelum krisis. Kemudian, baru ketika pandemi Covid-19 pada 2020, JSMR memperkirakan mengalami pendapatan yang anjlok setelah terus bertumbuh sejak masa krisis ekonomi tersebut.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya