JAKARTA - Emiten jasa alat teknologi, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) atau Passpod bernafas lega seiring mulai pulihnya sektor pariwisata. Bahkan perseroan mengantungi kontrak kerjasama dengan PT Abdi Harapan Unggul (AHU) senilai Rp100 miliar.
Direktur Utama Yelooo Integra Datanet, Wewy Suwanto mengatakan, kontrak kerjasama itu ditandatangani pada 1 Maret 2021 yang merupakan awal dari tonggak penjelmaan perseroan menjadi penyedia solusi akses mobile internet di Indonesia. Adapun, kerja sama senilai Rp100 miliar itu meliputi penyediaan layanan akses mobile internet di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: 5 Destinasi Super Prioritas Baru, Sandiaga: Jadi Penopang Ekonomi Kita
“Dalam era pandemi saat ini di mana bisnis pariwisata sedang dalam masa tenang, YELO dengan bangga menjalin kerjasama dengan AHU untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh industri mobile internet di kala pandemi,” kata Wewy, dikutip dari Harian Neraca, Selasa (9/3/2021).
Dirinya menjelaskan bahwa kebutuhan pelanggan akan akses internet yang cepat dan dapat diandalkan di era digital terbukti semakin meningkat. Terlebih sejak pandemi, seluruh kegiatan umumnya dilakukan dari rumah baik untuk bekerja maupun sekolah. YELO pun ingin menangkap peluang menjalankan bisnis mobile internet bersama AHU dengan tujuan konsumen bisa lebih fleksibel dan tetap mendapatkan akses terbaik sinyal dan bandwidth operator terkuat di daerahnya.
Baca Juga: Menparekraf: Perluasan Bandara Sam Ratulangi Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Sulawesi Utara
Lebih lanjut, kata Wewy, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak lokasi yang belum terjangkau oleh internet yang memadai. Dia mengutip laporan tentang kecepatan internet seluler Digital 2021 yang dilansir oleh We Are Social bahwa Indonesia berada di urutan ke 44 dari 46 negara yang disurvei dalam hal keterjangkauan internet nasional. Dalam laporan itu tercatat rata-rata kecepatan internet seluler di Indonesia hanya berkisar sekitar 17,26 Mbps atau di bawah negara Asean lainnya seperti Thailand dan Malaysia.
Menurutnya, dengan kehadiran layanan mobile internet yang di distribusikan oleh YELO dan AHU, maka gap konektivitas mobile tersebut bisa diperkecil.
“Layanan YELO menggunakan perangkat ringkas dan mudah digunakan, sehingga konektivitas internet yang cepat dan stabil dapat dimiliki oleh konsumen dengan memaksimalkan penggunaan infrastruktur yang sudah ada,” ujar Wewy.
Selain itu, teknologi cloud yang menjadi basis layanan tersebut juga memungkinkan layanan mobile internet YELO menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Sementara Direktur Utama AHU, Muhammad Ghifari optimistis kerjasama antara perseroan dan YELO akan bakal mampu menyediakan akses mobile internet yang cepat dan handal bagi seluruh konsumen di Indonesia.
“Dengan pengalaman dan jaringan luas AHU sebagai salah satu distributor produk digital terdepan di Indonesia, ditambah teknologi dan pengalaman dalam industri mobile internet yang dimiliki oleh YELO, kami yakin bahwa kerjasama ini dapat memberikan dampak positif,” kat Ghifari.
(Feby Novalius)