Sebagai contoh industri kreatif, sektor animasipun memiliki kesempatan besar dalam membuka dan menyerap tenaga kerja dengan tuntutan kompetensi yang bisa dilakukan oleh SDM keluaran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Keadaan di atas berlaku di perusahaan animasi yang memiliki skala usaha berdasarkan jumlah SDM lebih dari 50 pekerja. Dari 120 studio animasi Indonesia tercatat mempekerjakan 5.771 tenaga kerja kreatif yang didominasi oleh generasi muda. Diperkirakan terdapat kurang lebih 24.000 pekerja yang bergerak di sektor industri animasi.
Artinya, animasi merupakan salah satu industri kreatif yang padat karya dan padat modal. Melihat angka-angka peluang tersebut, Menko Perekonomian menegaskan bahwa pemerintah perlu serius menggarap industri kreatif di Indonesia.
Pelaku usaha tentunya lebih memahami dinamika yang terjadi di lapangan, sehingga Pemerintah nantinya akan lebih berperan sebagai fasilitator dan pemungkin (enabler) bagi terciptanya ekosistem yang kondusif.
"Usulan teman-teman silakan lebih dikonkretkan. Pemerintah akan mendukung, apalagi hal ini juga terkait dengan pengembangan SDM dan sesuai dengan momentum digitalisasi,” pesan Menko Airlangga dalam acara yang dihadiri lebih dari 80 pelaku usaha kreatif uni, baik secara daring maupun luring.
Di pengujung sambutannya, Menko Perekonomian menyampaikan sebuah harapan. "Saya berharap kita bisa memanfaatkan momentum digitalisasi ini dengan baik dan saling bertukar pikiran dalam membahas upaya-upaya bersama untuk lebih mengembangkan lagi sektor ekonomi kreatif di Indonesia,”pungkasnya.
Para pelaku usaha kreatif yang diundang dalam acara inipun berharap agar Kemenko Perekonomian bisa mengoordinasikan berbagai instansi yang terkait dengan ekosistem industri kreatif Indonesia agar dapat merumuskan kebijakan bersama yang mendukung pertumbuhan positif sektor ekonomi kreatif dari hulu hingga hilir.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)