JAKARTA - Wall Street berakhir meroket pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan indeks S&P 500 dan Dow mencapai rekor tertinggi setelah kekhawatiran kenaikan inflasi mereda.
Sementara penurunan klaim pengangguran mingguan AS yang lebih besar dari perkiraan dan penandatanganan RUU stimulus besar-besaran, memperkuat ekspektasi pemulihan ekonomi yang kuat.
Baca Juga: Wall Street Bervariasi Usai Pengesahan Stimulus USD1,9 Triliun
Melansir Antara, Jumat (12/3/2021), indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 188,57 poin atau 0,58%, menjadi berakhir di 32.485,59 poin. Indeks S&P 500 bertambah 40,53 poin atau 1,04%, menjadi ditutup pada 3.939,34 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 329,84 poin atau 2,52%, menjadi menetap di 13.398,67 poin.
Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor teknologi terdongkrak 2,12%, memimpin kenaikan. Sektor industri dan layanan komunikasi S&P 500 mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, sektor keuangan tergelincir 0,28%, merupakan kelompok dengan berkinerja terburuk.
Baca Juga: Wall Street Hijau, Indeks Nasdaq Terangkat Saham Teknologi
Saham-saham mega-cap Microsoft Corp, Apple Inc, Facebook Inc dan Amazon.com Inc memimpin reli, menutup kerugian dari kemunduran baru-baru ini dan membantu indeks acuan S&P 500 melampaui penutupan 12 Februari di 3.934,83 poin.
Indeks saham blue-chips Dow mencetak rekor baru untuk sesi keempat berturut-turut, sementara Nasdaq yang sarat saham-saham teknologi sekarang kurang dari 5,0% di bawah puncak 12 Februari setelah merosot lebih dari 10% untuk mengonfirmasi koreksi pada awal minggu ini.
Presiden Joe Biden menandatangani rancangan undang-undang stimulus senilai 1,9 triliun dolar AS menjadi undang-undang pada Kamis (11/3/2021), memperingati satu tahun lockdown AS atas pandemi virus corona dengan tindakan yang dirancang untuk memberikan bantuan kepada warga Amerika dan meningkatkan ekonomi.