"Bertani zaman dulu dan zaman sekarang itu sangat berubah, berbeda. Kalau zaman dulu yang dilihat oleh anak-anak kita bapak-bapaknya penuh lumpur, cemong-cemong dengan matahari dan lain - lain," ungkapnya.
Sebelumnya, dijelaskan Syahrul Yasin Limpo di tengah pandemi Covid-19 ini memberikan cambuk bagi masyakat dengan mengubah paradigma bahwa mencari uang tidak harus merantau ke kota. Sebaliknya, di desa memberikan peluang lebih besar untuk menghasilkan uang dengan menjadi petani muda.
"Memang di saat Covid ini justru mengajarkan kita bahwa cari uang dengan paradigma yang lalu: Uang itu ada di kota, sekarang itu ternyata tidak. Orang kalau mau pasti ada uang itu, di desa dengan cara bertani," ujarnya.
(Fakhri Rezy)