JAKARTA - Mengelola keuangan untuk memenuhi kebutuhan hidup perlu dilakukan. Pengelolaan bisa dilakukan dengan membuat anggaran, agar keuangan bisa terkontrol dan dipergunakan dengan tepat baik.
Anggaran keuangan digunakan untuk mencatat apa yang dibelanjakan selama periode satu bulan. Bisa juga membantu mengidentifikasi pengeluaran yang tidak perlu atau pola pengeluaran yang bermasalah.
Baca Juga: Pentingnya Mengelola Keuangan, Antisipasi Perubahan hingga Masa Depan
Melansir dari The Balance, Sabtu (20/3/2021) berikut 4 langkah mudah membuat anggaran keuangan.
Pertama, hitung pendapatan. Jika pendapatan dalam bentuk gaji biasa di mana pajak secara otomatis dipotong, maka menggunakan jumlah pendapatan bersih. Jika seorang wiraswasta atau memiliki sumber pendapatan luar, seperti tunjangan anak atau jaminan sosial, sertakan juga ini. Catat pendapatan total ini sebagai jumlah bulanan. Namun jika memiliki pendapatan tidak tetap, seperti dari pekerjaan musiman atau freelance, pertimbangkan untuk menggunakan pendapatan dari bulan berpenghasilan terendah. Sebagai pendapatan dasar saat menyiapkan anggaran.
Baca Juga: Cara Mudah Bikin Perencanaan Keuangan bagi Milenial
Kedua, pisahkan pengeluaran tetap dan tidak tetap. Pengeluaran tetap adalah pengeluaran wajib yang dibayar dengan jumlah yang sama untuk setiap waktu. Termasuk barang-barang seperti pembayaran utang atau sewa rumah, pembayaran mobil, layanan internet, pengambilan sampah, , uang tabungan, dan dana darurat. Biaya tidak tetap merupakan jenis yang akan berubah dari bulan ke bulan. Seperti bahan makanan, bensin, hiburan, makan di luar.
Ketiga, list daftar biaya bulanan. Tuliskan daftar semua pengeluaran yang diperlukan selama sebulan. Daftar ini dapat mencakup pembayaran hipotek atau sewa, pembayaran mobil, bahan makanan, hiburan, perawatan ribadi, makan di luar, biaya transportasi, dan tabungan. Gunakan laporan mutasi bank, kwitansi, dan laporan kartu kredit dari tiga bulan terakhir untuk mengidentifikasi semua pengeluaran.
Keempat, jumlahkan pendapatan dan pengeluaran setiap bulan. Jika penghasilan lebih tinggi daripada pengeluaran, maka mulai dengan baik. Uang tambahan ini berarti dapat menempatkan dana ke area anggaran, seperti tabungan pensiun atau pelunasan utang. Jika memiliki lebih banyak pendapatan daripada pengeluaran, pertimbangkan untuk mengadopsi filosofi penganggaran “50-30-20”. Yaitu 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tujuan keuangan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)