JAKARTA - Harga minyak melonjak 4% pada perdagangan Jumat waktu setempat. Harga minyak naik di tengah kekhawatiran pasokan global minyak mentah terganggu karena saat ini para pekerja mencoba mengeluarkan kapal raksasa yang kandas di pelayaran Terusan Suez.
Minyak mentah Brent naik USD2,62 atau 4,2% menjadi USD64,57 per barel, setelah turun 3,8% pada perdagangan Kamis. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD2,41 atau 4,1% menjadi USD60,97 per barel, setelah jatuh 4,3% sehari sebelumnya.
Selama perdagangan minggu ini, Brent naik 0,1%. Sementara WTI turun 0,7% atau menjadi kerugian mingguan ketiga.
Baca Juga: Harga Minyak Melesat Naik 6% Imbas Kapal Kandas di Terusan Suez
Perdagangan minyak bergejolak karena para pedagang mempertimbangkan potensi dampak penyumbatan Terusan Suez yang terjadi terhadap efek penguncian virus corona baru.
“Hari ini pasar kembali naik karena para pedagang berubah pikiran memutuskan bahwa blokade Terusan Suez sebenarnya menjadi lebih signifikan untuk aliran minyak dan pengiriman pasokan daripada yang mereka simpulkan sebelumnya,” kata Wakil Presiden Pasar Minyak Rystad Energy, Paola Rodriguez Masiu, dilansir dari Reuters, Sabtu (27/3/2021).
Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 4% Imbas Lockdown di Eropa dan Asia
Setelah sebelumnya gagal, saat ini sedang diupayakan membebaskan kapal besar yang macet di Terusan Suez. Upaya pembebasan ini diperkirakan memakan waktu berminggu-minggu dengan kemungkinan komplikasi akibat cuaca yang tidak stabil.
Menurut perusahaan intelijen data Kpler, dari 39,2 juta barel per hari (bpd) total minyak mentah yang diangkut melalui laut pada 2020,1,74 juta bpd di antaranya melewati Terusan Suez, Selain itu, 1,54 juta bpd produk minyak sulingan mengalir melalui kanal, sekitar 9% dari perdagangan produk minyak lewat laut global.