"Walaupun dalam kondisi new normal terkait pandemi Covid-19, sampai dengan 18 Maret 2021, pipeline IPO saham lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna.
Nyoman menilai, kenaikan jumlah pipeline IPO ini menandakan minat yang tinggi dari para pengusaha untuk mendapatkan pendanaan dari pasar modal pada kondisi saat ini.
"Kondisi ini, tentunya merupakan suatu bentuk kepercayaan dari para pemilik serta manajemen perusahaan yang menjadikan Bursa sebagai rumah pertumbuhan atau house of growth bagi perkembangan bisnis perusahaan mereka," ujar Nyoman.
(Feby Novalius)