Meskipun menguat, lanjut Yunita, belum melandainya kasus baru COVID-19 di Indonesia masih dapat berpotensi menimbulkan shock bagi pergerakan pasar ke depan meskipun koreksi yang akan terjadi di pasar saham masih wajar. Dirinya menambahkan, IHSG dalam dua pekan terakhir memang sempat mengalami koreksi tapi kini sudah "menghijau" kembali.
”Ada beberapa berita yang memengaruhi IHSG yaitu ada investor institusi yang mengekspresikan niatnya untuk mengurangi investasi di pasar modal," kata Yunita.
Sebelumnya, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) menyatakan akan mengurangi porsi saham dan reksadana dalam portofolio investasinya guna meminimalisir risiko fluktuasi pasar yang kini menyebabkan kerugian yang belum terealisasi atau unrealized loss pada dana kelolaannya.
Dari sisi aset, BPJS TK akan melakukan perubahan dari saham dan reksadana ke obligasi dan investasi langsung sehingga bobot instrumen saham dan reksadana di portfolio BPJS TK akan semakin mengecil.
(Feby Novalius)