Siap IPO, Ultra Voucher Incar Dana Segar Rp65 Miliar

Oktiani Endarwati, Jurnalis
Selasa 29 Juni 2021 10:42 WIB
Rencana IPO Ultra Voucher. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

Chief Operating Officer UltraVoucher Riky Boy Permata mengungkapkan, Ultra Voucher juga termasuk sebuah aplikasi dan features pelengkap atau supporting dari berbagai platform, perusahaan dan bank digital. Secara fundamental, bisnis Ultra Voucher menunjukkan performa positif. Sepanjang 2020, laba bersih tahun berjalan tercatat melonjak 408,9%. Per Maret 2021, laba tahun berjalan tercatat Rp543,49 juta dengan total penjualan Rp194,48 miliar.

Per Desember 2020, total downloader aplikasi Ultra Voucher sudah lebih dari 200.000 baik di perangkat android maupun iOS. Di mana terdapat lebih dari 10.000 pengguna yang melakukan transaksi setiap bulannya. Saat ini, Ultra Voucher telah menjalin kerja sama dengan 300 brand dan lebih dari 40.000 outlet di seluruh Indonesia. Adapun merchant yang bekerjasama dengan Ultra Voucher saat ini dari berbagai segmen, yakni Beauty & Relaxation, Departement Store, E-Commerce, Entertainment, Food & Beverage (F&B), Hotel & Travel, Accessories & Jewelry, Lifestyle, Investment, dan lain-lain.

"Pandemi tentunya masih menjadi tantangan yang dihadapi semua sektor usaha. Tetapi, kami yakin Ultra Voucher akan terus berupaya menunjukkan performa bisnis yang positif melalui inovasi dan ekspansi yang terukur," kata Riky.

Riky menambahkan, dana hasil IPO akan digunakan untuk meningkatkan fundamental bisnis Perseroan, yakni sekitar 36% untuk belanja modal termasuk pengembangan produk dan fitur, 34% untuk beban operasional termasuk penambahan sumber daya manusia, software, channel distribusi, dan 30% untuk peningkatan modal kerja termasuk pembelian persediaan voucher.

Direktur PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mukti Wibowo Kamihadi menjelaskan, dalam penawaran umum perdana saham ini, Ultra Voucher akan menawarkan sebanyak-banyaknya 500 juta lembar saham baru atau sebesar 25% saham dari modal yang ditempatkan atau disetor penuh dan juga menerbitkan 250 juta atau 16,67% Waran Seri I.

"Kami optimis, saham IPO Ultra Voucher ini sangat menarik untuk investor dan akan menguntungkan tentunya. Selain pemanfaatan dana IPO yang akan digunakan untuk penguatan modal juga perluasan pasar menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor pasar modal," kata Mukti.

Berdasarkan prospektus, pencatatan saham di bursa atau listing day atas penawaran umum perdana saham Ultra Voucher di BEI rencananya pada 23 Juli 2021. Masa penawaran awal atau bookbuilding 29 Juni – 6 Juli 2021, tanggal efektif 13 Juli 2021, masa penawaran umum perdana saham 15 – 21 Juli 2021, penjatahan 21 Juli 2021, distribusi 22 Juli 2021, perdagangan waran seri I di pasar regular dan negosiasi 23 Juli 2021 - 18 Juli 2023, masa perdagangan waran seri I di pasar tunai 23 Juli 2021 – 20 Juli 2023, periode pelaksanaan waran seri I pada 25 Januari 2022 – 21 Juli 2023, dan akhir masa berlakunya waran seri I pada 21 Juli 2023.

“Semua schedule ini masih fleksibel, disesuaikan dengan ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan,” tutup Mukti. 

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya