4 Fakta Status Indonesia Turun Jadi Lower Middle Income Country

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis
Minggu 04 Juli 2021 06:07 WIB
Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)
Share :

JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, menuturkan, strategi pemulihan ekonomi berfokus pada pemulihan industri yang memiliki daya ungkit penyerapan tenaga kerja dan multiplier effect yang tinggi dalam kerangka transformasi ekonomi.

“Imbas dari pandemi Covid-19 tentu mengganggu rantai pasok dan penurunan utilisasi industri. Dengan kontribusi sebesar 19,9 persen terhadap perekonomian nasional, sektor industri pengolahan menjadi kunci bagi peningkatan pertumbuhan perekonomian Indonesia,” tutur Menteri Suharso pada acara daring Inspiring Session IDF 2021, Selasa.

Berikut fakta-fakta status Indonesia turun jadi lower middle income country yang dirangkum Okezone di Jakarta.

Baca Juga: PHRI: Kita Sudah Setengah Mati, Jangan Menunggu Sampai Mati

1. Disrupsi Mendorong Indonesia Lakukan Percepatan Inovasi

Adapun disrupsi yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 juga mendorong Indonesia untuk melakukan percepatan inovasi khususnya terkait sektor farmasi dan alat kesehatan, otomatisasi dan digitalisasi, perubahan pola rantai pasok global hingga tren pembangunan hijau.

“Strategi industrialisasi ke depan diharapkan dapat mendorong respons dan adaptasi industri yang lebih baik terhadap tantangan dan peluang pascapandemi, sehingga dapat mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sebagaimana diamanatkan dalam rencana kerja pemerintah pada tahun 2021,” ujar Suharso.

Baca Juga: Sri Mulyani Siapkan Anggaran Bansos Tunai Rp6,1 Triliun

2. Pertumbuhan Ekonomi Nasional Keseluruhan Alami Kontraksi 2,07 persen

Suharso menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 menyebabkan pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan mengalami kontraksi sebesar 2,07 persen sehingga membawa Indonesia kembali ke lower middle income country. Padahal, pada 2019 Indonesia telah masuk pada jajaran negara upper middle income country dengan PDB perkapita di atas USD4100.

“Peningkatan trajectory ekonomi yang signifikan menjadi poin krusial agar dapat keluar dari tekanan middle income trap dalam rangka kita mencapai visi Indonesia 2045 sebagai salah satu negara maju di dunia,” tuturnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya