JAKARTA - Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menyebut perang antara Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan Iran membuat ekonomi menjadi tidak menentu.
Ketua Umum BPP Hipmi, Akbar Himawan Buchari, mengatakan saat ini diperlukan konsolidasi dari semua pihak terkait mengenai dampak perang di Timur Tengah tersebut, khususnya ke ekonomi.
"Kita harus lebih kompak karena menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin tidak menentu. Satu-satunya cara adalah kita tetap solid untuk bisa menghadapi ini," kata Akbar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan dikutip Rabu (11/2/2026).
Akbar menuturkan Hipmi mendukung respons pemerintah yang selalu update dan berupaya mengintervensi terhadap situasi global.
Apalagi, lanjut Akbar, saat ini pengusaha yang bergantung pada bahan baku dari luar negeri sudah terkena dampak perang tersebut.
"Kita mau ekspansi, mau investasi, kita mau melaksanakan kegiatan operasional bisnis. Saat ini, bahan baku yang bergantung pada impor sudah terkena dampaknya," ujar Akbar.
Akbar mengakui dengan dolar yang sempat menyentuh Rp17 ribu per dolar AS dan harga minyak yang mencapai USD 100 dolar AS per barel, efeknya pasti akan terasa.