Harga Minyak Dunia Turun karena Ketatnya Pasokan

Antara, Jurnalis
Rabu 28 Juli 2021 06:47 WIB
Harga minyak dunia turun karena pengetatan pasokan (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Harga minyak dunia sedikit melemah pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) menjelang rilis data persediaan AS. Harga minyak turun karena investor khawatir bahwa permintaan global dapat terganggu oleh melonjaknya kasus COVID-19, meskipun pasokan mengetat dan tingkat vaksinasi meningkat.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September tergelincir 2 sen menjadi menetap di USD74,48 per barel, penurunan pertama untuk Brent dalam enam hari terakhir. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September turun 26 sen atau 0,4%, menjadi ditutup di USD71,65 per barel.

Baca Juga: Pasokan Terbatas, Harga Minyak Dunia Mixed

Persediaan minyak mentah, bensin, dan sulingan AS merosot pekan lalu, menurut dua sumber pasar, mengutip angka American Petroleum Institute (API) pada Selasa (27/7). Minyak mentah AS memangkas kerugian dalam perdagangan pasca-penyelesaian karena pasar bereaksi terhadap data API, diperdagangkan pada USD71,89 pada pukul 21.06 GMT.

Harga minyak mentah AS menetap sedikit lebih rendah dan memangkas kerugian setelah laporan API. Data API menunjukkan stok minyak mentah turun 4,7 juta barel untuk pekan yang berakhir 23 Juli dan persediaan bensin turun 6,2 juta barel serta stok sulingan berkurang 1,9 juta barel, menurut sumber, yang berbicara dengan syarat anonim.

Baca Juga: Lanjutkan Reli, Harga Minyak Dunia Naik

Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan data menunjukkan stok minyak mentah AS turun sekitar 2,9 juta barel dan stok bensin turun 900.000 barel dalam seminggu hingga 23 Juli. Data persediaan resmi akan dirilis oleh Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu waktu setempat.

"Masalah saat ini tampaknya adalah varian Delta dari virus corona, yang menahan pasar meskipun semua bukti saat ini menunjukkan pengetatan pasokan yang dramatis," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago. Dia mengatakan bahwa pengetatan sebaliknya akan menyebabkan harga "bergerak naik."

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya