“Sebagai contoh, terlepas dari capaian-capaian untuk memperluas konektivitas digital, hampir separuh dari masyarakat dewasa di Indonesia masih tidak bisa mengakses internet, dan artinya mereka tidak bisa memanfaatkan buah dari teko digital ini,” katanya.
Dia mengatakan Indonesia harus melakukan pembangunan digital yang inklusif untuk mengurangi kesenjangan penggunaan teknologi digital. Di samping itu, pemerintah juga perlu memberikan pelatihan kepada masyarakat agar terampil memanfaatkan perekonomian digital.
“Kemudian ada tantangan terkait dengan peraturan dari pemerintah, bagaimana pemerintah bisa memastikan tekno digital ini bisa mendukung inklusif,” kata Satu.
(Feby Novalius)