Alibaba hingga Microsoft Bersaing, Investasi Pusat Data di RI Punya Potensi Besar

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 03 Agustus 2021 18:17 WIB
Investasi pusat data di Indonesia berpotensi besar (Foto: Okezone)
Share :

Demikian pula dengan STT GDC, Digital Edge, dan LOGOS yang belum lama ini bermitra dengan Pure Data Center telah mengumumkan rencana mereka untuk membangun pusat data di Indonesia.

“Saat ini Jabodetabek masih dianggap sebagai pasar utama di Indonesia, dengan sejumlah fasilitas pusat data yang ada di Jakarta Pusat, Bogor dan Tangerang. Namun, dalam empat tahun terakhir, para pengguna akhir dan penyedia layanan mulai menggarap bagian timur Jakarta, seperti Cikarang dan Karawang,” kata Head of Logistics & Industrial JLL Indonesia Farazia Basarah.

“Selain Jabodetabek, kami juga melihat Batam sebagai pusat data center masa depan untuk Indonesia seiring pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) baru yang diperuntukkan bagi ekonomi digital dan pariwisata. Selain itu, lokasi geografisnya relatif aman dari bencana alam dan dekat dengan Singapura. Ini akan menjadi daya tarik bagi sejumlah penyedia layanan untuk mengembangkan keberadaan mereka di sana,” kata dia.

Pasar pusat data di Indonesia masih relatif baru dan belum sepenuhnya terlayani dibanding dengan pasar lain dengan demografi serupa, seperti India dan China, yang memiliki populasi besar dan pengguna internet yang terus meningkat.

“Kami melihat akan ada lebih banyak pengembangan fasilitas pusat data baik oleh pemain lokal maupun internasional di masa yang akan datang, termasuk di luar Jabodetabek dengan dukungan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur serta masuknya jaringan internet di daerah-daerah lain,” tambah Yunus Karim.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya