JAKARTA – Konsultan Real Estat JLL menilai Indonesia bersiap menjadi pusat digital strategis di Asia Tenggara. Terlepas dari sejumlah tantangan di industri pusat data, investasi properti di sektor pusat data di Indonesia masih menarik bagi pemain lokal maupun internasional.
Sektor ini akan terus tumbuh dan berkembang pesat seperti yang terjadi di banyak negara lain di kawasan ini dan secara global. Hal ini didorong oleh pertumbuhan populasi generasi muda dan kelas menengah yang terus meningkat, kebangkitan ekonomi digital, fundamental ekonomi makro yang kuat dan peningkatan jumlah pengguna internet, menurut laporan JLL berjudul Data centre in Indonesia: Unveiling the potential to become the next digital hub yang belum lama ini dipublikasikan.
Baca Juga: OJK: Literasi Keuangan Bisa Lindungi Investor dari Investasi Bodong
Indonesia adalah negara dengan populasi terpadat keempat di dunia dan terbesar di Asia Tenggara, seperti yang disebutkan dalam Oxford Economics. Dengan jumlah generasi muda yang cukup banyak, dan sebagian di antaranya paham teknologi, Indonesia memiliki demografi yang dapat mendorong pertumbuhan pusat data di seluruh negeri.
Menurut Statista, sekitar 73% dari 270 juta orang di Indonesia menggunakan internet setiap hari. Angka tersebut menjadikan negara ini sebagai salah satu pasar online terbesar di dunia. Oleh sebab itu, banyak layanan digital bermunculan, seperti e-commerce dan keuangan digital.
Baca Juga: OJK Ingatkan Masyarakat Waspadai Investasi dengan Bunga Tinggi
“Dalam tiga tahun terakhir, kami telah melihat sejumlah pemain besar di bisnis pusat data, baik lokal maupun internasional, dari pengembang dan investor hingga pengguna akhir, secara bertahap memasuki pasar Indonesia untuk meraih keuntungan dari potensi sosial ekonomi Indonesia,” kata Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim, Selasa (3/8/2021).
Penyedia dan operator cloud global seperti Alibaba, AWS, Google, Microsoft dan Tencent bersaing untuk memperkuat jaringan mereka di Indonesia, terutama di Jabodetabek sebagai pasar utama. Sementara itu, baik operator dan pengembang lokal maupun asing, seperti DCI Indonesia, Telkom Indonesia, NTT, Keppel DC dan Princeton Digital Group, juga telah meluncurkan fasilitas pusat data mereka.