Sri Mulyani Klaim Bantuan Kuota Internet Ringankan Beban Ekonomi

Antara, Jurnalis
Rabu 04 Agustus 2021 19:34 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Sebut Bantuan Subsidi Kuota Internet Ringankan Beban Ekonomi. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bantuan subsidi kuota internet yang diberikan kepada siswa, mahasiswa, guru, dan dosen meringankan beban ekonomi di tengah krisis pandemi Covid-19.

"Survei efektivitas dan manfaat dari kuota internet ini menunjukkan 85% dari responden yang disurvei mengaku bantuan ini sangat meringankan beban ekonomi mereka," katanya, dikutip dari Antara, Rabu (4/8/2021).

Baca Juga: Kenapa BLT Subsidi Gaji Tak Diberikan ke Pekerja Informal?

Hal ini didapat dari survei yang dilakukan oleh Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) yang menunjukkan bahwa 85 persen responden merasa beban ekonomi mereka menjadi ringan ketika pemerintah memberikan bantuan subsidi kuota internet.

Kemudian, sebanyak 83% responden merasa sangat terbantu dalam menjalani proses belajar dan mengajar serta tingkat kepuasan publik cukup puas dan sangat puas mencapai 63,2%.

Sri Mulyani menuturkan untuk subsidi kuota internet tahun 2020 telah terealisasikan sebesar Rp3,82 triliun di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Rp240 miliar oleh Kementerian Agama.

Baca Juga: BLT Subsidi Gaji Segera Cair, Waspada Hoaks Minta Data

Indeks bantuan tersebut meliputi PAUD mendapat 20 gigabyte (GB), siswa 35 GB, mahasiswa 50 GB, dan guru 42 GB dengan harga per 1 GB sebesar Rp1.000.

Sri Mulyani mengatakan kebijakan bantuan ini telah melindungi 44,3 juta penerima baik siswa dari mulai PAUD hingga mahasiswa sekaligus tenaga pengajar di Kemendikbudristek dan Kemenag sebanyak 6,7 juta penerima.

"Total lebih dari 51 juta penerima dari bantuan kuota internet ini," ujarnya.

Sementara itu, alokasi tahun 2021 sebesar Rp3 triliun bagi 38,1 juta siswa, mahasiswa, guru dan dosen meliputi Kemendikbudristek dari Maret sampai Mei 2021 Rp2,5 triliun untuk 30 juta penerima dan Rp478,9 miliar di Kemenag dari Mei sampai Juni 2021 dengan sasaran 8,1 juta orang.

Alokasi Rp2,5 triliun di Kemendikbudristek tersebut terealisasi Rp2,3 triliun atau 92,4 persen untuk 27,7 juta penerima atau 92,3 persen dari target sedangkan alokasi Rp478,9 miliar di Kemenag terealisasi Rp33,8 miliar per 7 Juli.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya