Ekonomi RI Meroket 7,07%, Menko Airlangga : Kita Punya Tabungan

Rina Anggraeni, Jurnalis
Kamis 05 Agustus 2021 18:29 WIB
Menko Perekonomian Airlangga (Foto: Dok Kemenko Perekonomian)
Share :

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2021 meroket 7,07% secara year on year (yoy). Realisasi ini membuat Indonesia keluar dari jurang resesi ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan capaian itu dianggap bisa menjadi tabungan untuk menggenjot ekonomi RI di tahun ini secara penuh.

"Pemerintah melihat kuartal IV adalah potensi untuk kita membalikkan keadaan lagi. Kita perkirakan di kuartal IV secara year on year itu ekonomi karena kita punya tabungan di kuartal II ini 7,07%, maka diharapkan angka 3,7% sampai dengan 4,5% year on year di akhir tahun bisa dicapai," kata Airlangga dalam video virtual, Kamis (5/8/2021).

Baca Juga: Surplus Neraca Perdagangan Jadi Sinyal Keberlanjutan Pemulihan Ekonomi

Dia menjelaskan, dari sisi komponen pengeluaran atau agregat demand tumbuh positif seperti ekspor tumbuh 31,78% dan 31,2% secara yoy seiring dengan meningkatnya demand domestik dan global. Konsumsi pemerintah juga tumbuh tinggi 8,06% yoy, hal ini seiring dengan komitmen pemerintah dalam tangani Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Selain itu, kata dia, pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh tinggi 7,54% yoy seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi domestik yang membuat pelaku usaha tingkatkan kapasitas produksinya.

Baca Juga: UU Ciptaker, Menko Airlangga: Ciptakan Usaha Baru Buka Banyak Lapangan Kerja

"Kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap PDB 53% atau tumbuh 5,93% secara yoy sejalan dengan meningkatnya optimis masyarakat terhadap pemulihan ekonomi di masa pandemi,” katanya.

Di sektor produksi, semua komponen tumbuh positif, misalnya transportasi dan akomodasi makanan dan minuman masing-masing tumbuh tinggi 25,1% dan 21,58% yoy karena mulai tinggi mobilitas masyarakat.

"Pertumbuhan ini sejalan dengan ekspor terutama permintaan ke luar negeri seperti batu bara dan kelapa sawit, harganya membaik. Berbagai leading indikator perekonomian juga menunjukkan perbaikan, ekspor meningkat sehingga neraca dagang surplus 14 bulan secraa berturut-turut dari cadangan devisa USD 137 miliar," pungkasnya

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya