"Makanya, kalau kita lihat perkembangannya, bank selalu punya dua, digital dan konvensional, karena dia ingin tangani sumber dananya itu berasal dari bank yang konvensional, sedangkan bank digital lebih banyak untuk payment system. Payment system orang lebih suka pakai digital karena dengan uang misalnya 1 juta habis, dia bisa top up lagi dari bank konvensional ," tuturnya.
Oleh karena itu, ia memprediksi tren neobank di Indonesia akan berbeda dengan sejumlah negara. Pada sejumlah negara, neobank sepenuhnya berlaku digital tanpa kantor cabang.
"Kalau di kita, masih membuat bank tradisional menjadi neobank, tapi masih tetap punya kantor cabang. Kalau neobank benar-benar tidak punya cabang," katanya.
Lewat perkembangan itu, ia menilai bank harus mampu beradaptasi dengan menciptakan ekosistem keuangan untuk mendapatkan tingkat efisiensi yang tinggi.
Maka dari itu, bank perlu menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga jasa keuangan non bank lain, seperti financial technology (fintech) pinjaman, fintech pembayaran, dan sebagainya, hingga e-commerce.