2. Efektivitas Kerja
Karyawan yang terlatih dinilai lebih mampu menggunakan bahan dan peralatan kerja dengan lebih baik dan ekonomis. Selain itu, risiko kecelakaan dan kerusakan peralatan menjadi lebih minimal bila ditangani oleh karyawan yang telah terlatih.
Sehingga dapat mengurangi biaya produksi per unit dan mempekerjakan karyawan bersertifikasi menjadi keuntungan sendiri bagi industri maupun perusahaan.
3. Bantu Lebih Produktif
Karyawan yang terlatih umumnya lebih mampu menunjukkan produktivitas yang lebih besar dan kualitas hasil kerja yang lebih tinggi daripada karyawan yang tidak terlatih.
Pelatihan akan meningkatkan keterampilan karyawan dalam melakukan pekerjaan tertentu. Sekaligus ikut mempengaruhi kuantitas dan kualitas output perusahaan.
Sementara buat pelaku bisnis juga bisa belajar strategi bisnis baru melalui program pelatihan ini. Karena, Kartu Prakerja bekerja sama dengan 165 lembaga pelatihan yang di dalamnya terdapat 1700 program pelatihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan atau keinginan.
Ada kelas bisnis, keuangan, bahasa asing, penjualan dan pemasaran, teknologi, manajemen, makanan dan minuman, dan kelas lainnya.
Semua program pelatihan dilakukan secara online. Jadi bisa belajar di mana saja, kapan saja selama ada koneksi internet.
4. Standarisasi Prosedur Kerja
Standarisasi yang telah dilakukan banyak perusahaan kerap membuat tuntutan kinerja lebih tinggi.
Dengan begitu, perusahaan umumnya membutuhkan karyawan yang telah terampil atau memiliki pengalaman pelatihan untuk bisa mencapai target.
5. Tidak Butuh Pengawasan Ketat
Dari pendidikan formal, biasanya sudah pasti belajar banyak hal. Meski demikian, tetap saja ada beberapa hal yang ternyata diperlukan untuk masa depan tapi tidak didapatkan di sekolah.
Ini membuat karyawan yang mengikuti pelatihan yang tepat, tanggung jawab pengawasan akan berkurang, sehingga perusahaan dapat menghemat SDM dan menyalurkannya pada kebutuhan yang lebih mendesak.
Namun, bukan berarti menghilangkan sepenuhnya kebutuhan akan pengawasan, melainkan lebih pada mengurangi kebutuhan pengawasan yang terperinci dan intensif. Sehingga karyawan bersertifikat pelatihan umumnya dianggap lebih menguntungkan.