"Namun kabar baiknya, semua tampak membaik dari bulan Juli sejalan dengan menurunnya kasus COVID-19 di Indonesia. Hal ini terlihat dari berkurangnya tingkat penurunan permintaan dan output dibandingkan Juli," kata Jingyi.
Menurut Jingyi, gangguan rantai pasokan akibat COVID-19 masih terjadi pada Agustus, dengan perusahaan mencatat penurunan performa pemasok dan peningkatan tekanan harga berkelanjutan.
"Pada saat yang sama, kita telah melihat kepercayaan bisnis di antara perusahaan Indonesia menurun dari Juli, meskipun gelombang COVID-19 mereda," kata Jingyi.
Ia menambahkan akuisisi inventaris pra-produksi dan kondisi ketenagakerjaan juga menurun. Selanjutnya, penting untuk melihat sub-indeks membaik menandai awal pemulihan dari dampak gelombang COVID-19 terkini untuk sektor manufaktur Indonesia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)